Penilaian Afektif
Penilaian terhadap hasil pembelajaran afektif diperlukan, salah satunya karena praktik penilaian terhadap pendidikan dan proses pembelajaran yang terjadi selama ini lebih menekankan pada aspek kognitif. Akibatnya, lembaga pendidikan formal sekolah lebih banyak menghasilkan lulusan yang memiliki penguasaan aspek kognitif cukup memadai, tetapi kurang memiliki aspek afektif positif seseuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakatnya serta kurang memiliki ketrampilan untuk menjalankan kehidupan di lingkungannya. Penilaian hasil belajar ranah afektif tidak cocok kalau diukur dengan teknik tes karena aspek yang diukur adalah terkait dengan sikap dan nilai-nilai. Teknik penilaian yang cocok adalah dengan non tes. Paling tidak ada lima karakteristik afektif yang penting, yaitu sikap, minat, konsep diri, nilai, dan moral. Sikap Sikap merupakan kecenderungan merespon secara konsisten tentang menyukai atau tidak menyukai suatu objek. Sikap bisa positif atau negatif. Menurut Se...