Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

ANALYSIS OF PSYCHOMOTOR DOMAIN AS A RELEVANT FACTOR IN THE UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPTS

INTRODUCTION Dari zaman dahulu, matematika, induk dari segala bidang ilmu telah menjadi komponen penting dalam asal peradaban. Demikian pula, psikomotor dari asal mula penciptaan harus dilakukan dengan keterampilan manipulatif. Misalnya, dari pria zaman batu, petani dan gembala yang menggunakan perangkat yang cocok untuk memeriksa penghitungannya, misal kerikil, kerang, batu, tongkat, gumpalan tanah, goresan di tanah, simpul di tali, takik pada tongkat, dan klub untuk berburu, ke modern ahli kimia, mengukur cairan dan zat padat, fisikawan mengukur ruang padat, dan gerakan, ahli biologi mengukur pertumbuhan, simetri lengkungan benda-benda hidup seperti wanita cantik; ekonom mengukur sifat manusia, produksi uang, permintaan dan penawaran, kepada sarjana sastra yang mengukur irama kata-kata, pidato, matematikawan mengukur apresiasi keindahan alam yang diungkapkan garis, padatan dan struktur. Insinyur mengukur massa, berat dan proporsi penting untuk materi, matematika dan psikomotor te...

IDE-IDE BESAR MATEMATIKA

Matematika : Gagasan-gagasan Besar Kurikulum sekolah matematika disusun menjadi untaian yang mengklasifikasikan matematika sebagai disiplin yang terkotak-kotak dengan penekanan berlebihan pada perhitungan dan formula.   Organisasi ini membuat hampir tidak mungkin bagi siswa untuk melihat matematika sebagai bidang ilmiah yang terus berkembang yang terus menyebar ke bidang dan aplikasi baru.   Siswa tidak diposisikan untuk melihat konsep dan relasi yang menyeluruh, sehingga matematika tampaknya merupakan kumpulan potongan pengetahuan faktual yang terfragmentasi. Steen (1990) mengemukakannya dengan cara yang berbeda: Matematika sekolah mengambil sedikit untaian (misalnya, aritmatika, aljabar, geometri) dan mengaturnya secara horisontal untuk membentuk kurikulum.   Pertama adalah aritmatika, kemudian aljabar sederhana, lalu geometri, lalu aljabar lebih banyak, dan akhirnya seolah-olah dimana lambang pengetahuan matematika kalkulus.   Pendekatan berlapis untuk pendi...

Penilaian Autentik Pembelajaran Matematika

Pada kegiatan pembelajaran matematika penilaian merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh seorang guru. Penilaian bisa dilakukan pada saat sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, ketika pembelajaran sedang berlangsung, dan di akhir kegiatan pembelajaran.  Penilaian dilakukan untuk mengetahui beberapa hal, diantaranya saja yaitu  mendapatkan informasi tentang kemampuan hasil belajar siswa atau informasi ketercapaian peserta didik. Hasil penilaian tersebut dapat menjadikan bahan acuan balikan atau feedback bagi guru sebagai bahan refleksi dari kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan atau sebagai bahan masukan pembelajaran berikutnya. Kegiatan penilaian ini dapat  pula menjawab pertanyaan seberapa baikkah atau berhasilkah hasil belajar peserta didik. Ketercapaian kompetensi dari peserta didik dapat ditunjukkan dari proses penilaian. Suherman dan Sukjaya (1991) memaparkan penilaian merupakan suatu pernyataan yang didasarkan dari sejumlah fakta yang diperoleh yang be...